Pages

Rabu, 12 September 2012

Last Day at Karimun Jawa

Karimun Jawa Stories : Part 3


Hari terakhir, saya bangun pagi karena kebelet buang air kecil. Saya terkejut setelah selesai menggunakan toilet. Ada cowok pake piyama! Haaaa,spontan saya melihat dari ujung kaki ke kepala tapi mukanya tidak terlihat jelas oleh mata saya. Oow mungkin dia si bapak-bapak dari kamar yang berAC sana. Dan saya pun nongkrong menyambut sunrise di depan kamar. Nah ternyata saya salah menduga, bukan bapak-bapak yang pakai piyama itu tapi mas-mas,dia juga menonton sunrise dari gazebo yang terlihat dari kamar. Tidak hanya saya saja yang takjub dengan mas piyama,teman-teman juga. Hihihi. Lucuuuu. Jarang-jarang saya melihat cowok pakai piyama apalagi waktu ngetrip. Hihihi *peace ya mas*. ^^



Kami kembali nyebur ke laut. Spot snorkelingnya ada di dekat pulau Cemara Kecil. Lumayan sepi dari kapal-kapal pengunjung lainnya. Ikan-ikannya lebih banyak dan ngumpulnya dekat kapal. Ada kemajuan buat saya yang sudah berani berenang agak jauh (dikit) dari kapal. Sehubungan kak Uci engga ikut turun, dia yang motoin kita-kita yang nyebur dari atas kapal. Narsis di darat, narsis di laut juga lah. Hahaha. Thank you so much Kak Uci. :*

Penangkaran Ikan Hiu

Sebelumnya saya tidak pernah dekat-dekat dengan ikan Hiu. Di Karjaw, kita bisa berenang bersama hiu loh. Ada penangkaran hiu yang tak jauh dari Wisma Apung. Jika melihat ekspresi yang turun sepertinya seru-seru-tapi-ngeri berenang bersama hiu ya. dari penangkaran hiu langsung pulang ke Wisma Apung. Mandi dan berkemas-kemas. Kami menuju Karjaw daratan untuk makan siang.

Para pecinta Deuter : Mas piyama, Kak Sisil, Kak Indri & Destia.

Perjalanan pulang ke Jepara sangat dahsyat, sodara-sodara. Kami mendapat duduk di dekat pintu keluar-masuk penumpang. Ombaknya besar sehingga goyangannya pun mantap sehingga penumpang yang jackpot muntah banyak. Dua kantong plastik kresek yang disediakan petugas ludes dengan cepat karena banyaknya yang muntah. AC kapalnya mati. Bisa dibayangkan ruangan yang gerah, bau muntahan plus goyangan kapal? Gimana engga pada muntah coba.  Orang disamping saya juga muntah,untungnya dia muntah dengan kalem. Karena saya melihat sendiri petugas kapalnya kena muncratan muntah penumpang lain yang tergesa-gesa mau muntah ke pintu kapal. Euwwh.*tutup mata* Yakssss banget ga sih kena muntahan di muka. *ngebayanginnya aja udah eneg*.

Saya kebelet buang air kecil,mau ditahan tapi masih lama sampai di Jepara. Saya terhuyung-huyung menuju toilet. Serasa diayun-ayun pas jalan, jadi pegangan ke kursi penumpang lainnya harus stabil kalau tidak mau jatuh ke pangkuan orang. Adowwwwww!!! Saya menjerit karena jempol tangan kiri kejepit pintu toilet. Huhuhuhu,sakitttt :'((. Goncangan kapal membuat pintu toilet menutup tiba-tiba dan saya terlambat menarik tangan yang berpegang di sisi pintu toilet. Jempolnya engga berdarah sih tapi sakit banget. Hiksss. Dalam usaha kembali ke tempat duduk, saya melihat pemandangan bagian tengah kapal mirip acara lomba muntah. Banyaaaak yang mengerubungi tong sampah. Bule-bule pun juga mabuk laut.

*menahan pusing dan mual*


Balik ke tempat duduk,saya menutup mata dan memusatkan pikiran pada hal-hal indah karena saya ikut-ikutan mual juga. Salut buat kak Sisil yang anteng baca buku Terry Pratchett. Top banget deh Kak Sisil *menjura*. Selain banyak yang mabuk laut, ada lebih parah. Tiang pegangan kapal jatuh menimpa penumpang. Saya sudah membathin juga waktu melihat tiang tersebut goyang-goyang,tiangnya tidak kokoh. Kasihan deh soalnya langsung benjol kepala yang kena tiang. :( Ketika kapal sudah berlabuh di dermaga pantai Kartini, barulah penumpang bisa bernapas lega ‘Alhamdulillah sampai’. Berikutnya, sebelum bepergian ada baiknya minum antimo dulu.  

Sekian cerita saya dari Karimun Jawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar