Pages

Selasa, 11 September 2012

In Love with Karimun Jawa

Karimun Jawa stories : Part 2

Matahari muncul dari bukit Karjaw daratan. Untuk menikmati sunrise tinggal membuka pintu kamar saja. Tapi sunrise pertama di Karjaw saya lewatkan saja. Saya mengintip sebentar dan kembali tidur walaupun kak Indri sibuk motret-motret di depan kamar. *dasar pemalasss* :p. Itinerary hari kedua yaitu snorkeling dan hopping islands.


Sebenarnya saya belum pulih benar dari trauma snorkeling. Ketika semua peserta trip nyebur laut,saya masih diatas kapal. Selain itu saya juga sedang berhalangan tapi rugi kan melewatkan keindahan underwater Karjaw. Mas-mas perahunya bertanya ‘engga turun mbak?’. ‘Bentar lagi mas’, saya masih mengumpulkan nyali. Hihihi. Akhirnya saya ‘turun’ juga ke laut. Horaaaay. Saya sudah bisa bernapas dengan alat snorkeling tapi masih belum berani jauh-jauh dari kapal. Jauh sedikit dari kapal,rasa panik langsung menyergap. Perasaan insecure kalau jauh dari kapal karena tidak terlalu bisa berenang. Peserta trip lainnya (terutama kapal sebelah) terlihat riang gembira snorkeling dan heboh banget buat pengambilan foto underwater. Ya saya memilih menikmati keindahan bawah laut saja terpesona dengan ikan warna-warni dengan tangan memegang tangga kapal. :P



Makan siang digelar di pulau Tengah yang tidak jauh dari lokasi snorkeling. Selain ingin menikmati keindahan Karjaw,saya juga ingin mengabadikan potret-potret Karjaw. Spot di pulau tengah keren juga, pantai pasir putih dan air laut yang biru. Niatnya mau hunting foto malah lebih sering membidik diri sendiri. Hahaha :P. Pilihan warna baju mungkin mempengaruhi tingkat kenarsisan saya. Hahaha. Kurang gonjreng apa coba, baju dalaman warna peach yang sesuai dengan dress bunga-bunga plus kain bali ‘pelangi’ yang saya jadiin shawl. Kontras dengan warna biru laut dan biru langit, makanya jadi banci foto. wkwkwk. Kayaknya Kak Uci udah bosen saya mintai tolong ‘kak,foto dong kak’. Dan tak cukup satu kali jepret ,‘lagi kak’ pinta saya,hehehe.


 
Dari Pulau Tengah lanjut ke Pulau Kecil untuk sesi snorkeling tahap 2. Satu hal yang saya perhatikan di Karjaw ini sebelum snorkeling,mas –masnya menyelam dahulu untuk mengaitkan tali kapal ke karang. Jempol deh karena tidak langsung lempar jangkar yang bisa merusak terumbu karang. Sepertinya antara satu kapal dengan kapal lainnya memiliki itinerary yang sama. *garuk-garuk kepala*. ‘Dia dia lagi ketemunya’,pikir saya. Ramai sekali terutama waktu ke pulau Gosong yang hanya hamparan pasir di tengah laut. Luasnya tidak seberapa dengan pengunjungnya banyak,ya penuh aja. Yah namanya juga sharing cost kalau engga ramai mungkin biayanya lebih mahal. :D


 
Nah sampai di Wisma Apung,saya tidak lantas langsung mandi. Duduk-duduk dulu,bengong-bengong dulu. Pas mau mandi,antrian toiletnya udah panjang. Kyaa,salah sendiri *dudul*. Saya membawa kamera ke tempat lihat sunset. Yes tidak ada orang! Sendirian saya menikmati senja yang pelan-pelan menghilang. Saya bernyanyi kecil lagu minang tentang senja ‘Ondehhhh.. Ondehh..Lah Laruik Sanjo’. Berbeda dengan hari sebelumnya,langit senjanya dihiasi awan yang mempercantik sunset.



Setelah mandi dan makan, kami memutuskan untuk ke Karjaw daratan. Yang turun cuma berempat, Mbak Endah dan Destia tidak ikut. Pengalaman dari snorkeling pertama,kami hendaknya membeli snack-snack dulu. Sehabis snorkeling biasanya perut keroncongan. Warung yang ada tidak hanya menjual cemilan saja, mulai dari alat tulis, alat mancing, hingga sparepart motor. Setelah belanja,kami menuju alun-alun Karjaw yang juga dipenuhi turis-turis. Kak Indri memesan tongseng cumi-cumi. Penasaran kan belum pernah makan tongseng cumi-cumi dan pas makanannya datang. Errrrr….Kok bentuknya kayak cumi saos tiram yah? Hehehe :D. It’s oke lah, soalnya tongseng cuminya enak, porsinya banyak dan murah.

(bersambung)......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar