Pages

Minggu, 05 Agustus 2012

Belitung 2012

Sebuah Perjalanan Menghibur Hati

Pantai Tanjung Kelayang

Perjalanan ini adalah perjalanan spontan. Tiket doorprize Jakarta – Singapore yang saya dapatkan sewaktu outing di Bali saya tukarkan dengan tiket Jakarta – Tanjung Pandan PP. Saya memutuskan ikut dengan rombongan tim finance kantor yang akan pergi ke Belitung. Kenapa tiba-tiba? Jawabannya adalah hati yang sedang terluka.


Dua tahun telah berlalu dari langkah pertama saya di pulau Belitung. Masih terbayang pasir putih dan pantai yang bersih. Saya tidak keberatan untuk datang lagi ke Belitung. Tiket pesawat dihitung gratis. Saya hanya membayar biaya tour. Setelah saya membaca itinerary dan melihat website tour guidenya. Sepertinya saya mengenal nama web ini. Ternyata…… Tour guidenya sama dengan guide waktu ke Belitung tahun 2010. Bang Jack! Ketemu lagi deh. Hoahhh mantap banget dia sekarang. Usaha tour Belitung miliknya berkembang pesat.

you're still there..waiting for me to come back,lighthouse

Laut dan pantai adalah tempat saya melarikan diri ketika sedang patah hati. Yang saya lakukan hanya menikmati angin pantai dan memandang horizon biru yang tak berujung. Luka di badan bisa perih jika terkena air laut. Luka dihati akan terbasuh hilang. Saya mengambil posisi di ujung kapal. Gelombang air lautnya cukup tinggi sehingga ayunan kapalnya sangat terasa. Mungkin kalau yang duduk disamping saya bukan rekan kerja akan terlihat seperti Rose & Jack di film Titanic. Kami duduk berdampingan dan menikmati pemandangan. Saya merasa seperti kapten Jack Sparrow saja deh.Hahaha.

Rute tempat wisata dan kegiatan hampir sama dengan dua tahun lalu. Snorkeling. Pantai Tanjung Tinggi. Pulau Lengkuas. Kawah Kaolin. Batu Garuda. Dalam dua perjalanan ke tempat yang sama tetap saja saya memperoleh hal dan pengalaman yang baru. Bagaimana apakah saya berani untuk snorkeling? Pertama kali saya snorkeling di Belitung dan sejak itu saya trauma nyebur laut. Dan di Belitung kini pun saya masih enggan untuk nyemplung. Jadi fotografer teman-teman saja dari kapal. Hehehe. Sayang sekali,Mercusuar pulau Lengkuas sedang dalam renovasi. Jadi kami tidak bisa melihat keindahan Pulau Lengkuas dari atas. Kopi Belitung! Ah saya belum mencicipinya dulu. Akhirnya mampir juga ke warung kopi. Saya memesan kopi susu. Rasanya kopinya unik dan bikin saya ketagihan.


Kopi Belitung *sluuurrp*

kawah kaolin


Perbedaan yang saya lihat di Tanjung Pandan yaitu lebih ramai dan lebih banyak hotel. Bagus donk. Pariwisata Belitung semakin terkenal dan untuk menunjangnya perlu akomodasi yang baik di Belitung. Hotel Santika yang dulu dalam konstruksi sudah jadi. Jadwal kami bertepatan dengan hari jadi kota Tanjung Pandan dan ada perayaan di pergantian hari di Simpang Lima batu Satam. Semoga keindahan Belitung mendunia ya. Semakin banyak turis yang datang tentunya akan membawa dampak perekonomian yang positif bagi masyarakat Belitung.

Saya sempat mengalami insiden sedikit. Tas kamera kena air laut secara tak sengaja oleh Abang Guidenya. Kameranya sedang dipakai, aman. Blackberry saya yang terletak di saku depan tas yang kena. Hikshikshiks. Mati total (T.T). Tidak ada harapan begitulah pendapat teman saya jika handphone kena air laut. BBnya korsleting. Saya anggap biaya perbaikan BB masuk dalam biaya jalan ke Belitung. :(


Dua kali jalan-jalan saya ke pulau Belitung, Belitung Timur masih belum terjamah. Jadi tunggu saya kembali lagi ya Belitung. :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar