Pages

Senin, 06 Agustus 2012

Lunch Getaway : Sekerat Beach



Seperti moto saya, kemanapun dimanapun sempatkan raun raun. Raun-raun dalam bahasa Minang berarti jalan-jalan. Maka sekalipun sedang kerja di tempat terpencil, jauh dari kota, tidak ada mall, bukan halangan untuk tidak jalan-jalan. Hahaha. Tujuan jalan-jalan kali ini adalah photo hunting. Site visit yang sekarang saya tidak membawa kamera kesayangan. Lagi males. Kasihan juga kameranya kena debu tambang terus menerus. Giliran engga bawa kamera,ada photo hunting bareng. Ya sudah jadi modelnya aja deh. Hahahaha.

Photo huntingnya dibela-belain pas lagi jam makan siang. Semua lagi berpuasa. Istirahat yang biasanya untuk makan siang,kita gunakan cabut ke Sekerat. Letaknya tidak jauh dari site office (katanya). Lah baru sampai di Sekeratnya sudah jam 1 siang. Hari lagi panas-panasnya. Untung perginya bilang dulu biar engga dicariin.
serasa pantai pribadi



Pantainya memang bukan tempat wisata terkenal tapi lumayan lah buat refreshing dari kepenatan pekerjaan. Pantainya sepi dan tenang. Saking sepinya,mobil kita bisa melaju di atas pasir. Karena dekat dengan muara sungai, warna air lautnya kecoklatan dan baru bewarna biru di bagian tengahnya. At least,pantainya bersih. Bak model saja,saya difoto dari dua arah. Beuh lihat kacamata yang saya pakai, engga nahan euy gayanya. Kacamatanya itu modal pinjam teman yang baru dari lapangan. Hahaha. Rada jaim sedikit lah, masih malu difoto sama yang baru kenal. :D

baru kali ini ke pantai aja pakai safety shoes :D

Weekend boleh saja masuk kerja tapi disiasati dengan raun-raun biar manyun masa’ weekend masih kerja.

Minggu, 05 Agustus 2012

Belitung 2012

Sebuah Perjalanan Menghibur Hati

Pantai Tanjung Kelayang

Perjalanan ini adalah perjalanan spontan. Tiket doorprize Jakarta – Singapore yang saya dapatkan sewaktu outing di Bali saya tukarkan dengan tiket Jakarta – Tanjung Pandan PP. Saya memutuskan ikut dengan rombongan tim finance kantor yang akan pergi ke Belitung. Kenapa tiba-tiba? Jawabannya adalah hati yang sedang terluka.


Dua tahun telah berlalu dari langkah pertama saya di pulau Belitung. Masih terbayang pasir putih dan pantai yang bersih. Saya tidak keberatan untuk datang lagi ke Belitung. Tiket pesawat dihitung gratis. Saya hanya membayar biaya tour. Setelah saya membaca itinerary dan melihat website tour guidenya. Sepertinya saya mengenal nama web ini. Ternyata…… Tour guidenya sama dengan guide waktu ke Belitung tahun 2010. Bang Jack! Ketemu lagi deh. Hoahhh mantap banget dia sekarang. Usaha tour Belitung miliknya berkembang pesat.

you're still there..waiting for me to come back,lighthouse

Laut dan pantai adalah tempat saya melarikan diri ketika sedang patah hati. Yang saya lakukan hanya menikmati angin pantai dan memandang horizon biru yang tak berujung. Luka di badan bisa perih jika terkena air laut. Luka dihati akan terbasuh hilang. Saya mengambil posisi di ujung kapal. Gelombang air lautnya cukup tinggi sehingga ayunan kapalnya sangat terasa. Mungkin kalau yang duduk disamping saya bukan rekan kerja akan terlihat seperti Rose & Jack di film Titanic. Kami duduk berdampingan dan menikmati pemandangan. Saya merasa seperti kapten Jack Sparrow saja deh.Hahaha.

Rute tempat wisata dan kegiatan hampir sama dengan dua tahun lalu. Snorkeling. Pantai Tanjung Tinggi. Pulau Lengkuas. Kawah Kaolin. Batu Garuda. Dalam dua perjalanan ke tempat yang sama tetap saja saya memperoleh hal dan pengalaman yang baru. Bagaimana apakah saya berani untuk snorkeling? Pertama kali saya snorkeling di Belitung dan sejak itu saya trauma nyebur laut. Dan di Belitung kini pun saya masih enggan untuk nyemplung. Jadi fotografer teman-teman saja dari kapal. Hehehe. Sayang sekali,Mercusuar pulau Lengkuas sedang dalam renovasi. Jadi kami tidak bisa melihat keindahan Pulau Lengkuas dari atas. Kopi Belitung! Ah saya belum mencicipinya dulu. Akhirnya mampir juga ke warung kopi. Saya memesan kopi susu. Rasanya kopinya unik dan bikin saya ketagihan.


Kopi Belitung *sluuurrp*

kawah kaolin


Perbedaan yang saya lihat di Tanjung Pandan yaitu lebih ramai dan lebih banyak hotel. Bagus donk. Pariwisata Belitung semakin terkenal dan untuk menunjangnya perlu akomodasi yang baik di Belitung. Hotel Santika yang dulu dalam konstruksi sudah jadi. Jadwal kami bertepatan dengan hari jadi kota Tanjung Pandan dan ada perayaan di pergantian hari di Simpang Lima batu Satam. Semoga keindahan Belitung mendunia ya. Semakin banyak turis yang datang tentunya akan membawa dampak perekonomian yang positif bagi masyarakat Belitung.

Saya sempat mengalami insiden sedikit. Tas kamera kena air laut secara tak sengaja oleh Abang Guidenya. Kameranya sedang dipakai, aman. Blackberry saya yang terletak di saku depan tas yang kena. Hikshikshiks. Mati total (T.T). Tidak ada harapan begitulah pendapat teman saya jika handphone kena air laut. BBnya korsleting. Saya anggap biaya perbaikan BB masuk dalam biaya jalan ke Belitung. :(


Dua kali jalan-jalan saya ke pulau Belitung, Belitung Timur masih belum terjamah. Jadi tunggu saya kembali lagi ya Belitung. :*

Ke (m) Bali

Tanjung Benoa



Selang dua minggu dari cabut ke Bali rame-rame bareng teman-teman kuliah, gw balik lagi ke Bali. Kali ini acara jalan-jalan yang disponsori gratis dari kantor. Saya merasa beruntung sekalinya ke Bali dalam 2 minggu berdekatan. Aheey,mari kita outing. Enaknya kalau ada yang bayarin dan ada yang mengurus tidak perlu pusing-pusing tinggal bawa diri aja. Hahaha. Penerbangan bukan pula budget airlines. Waktu mendarat di Bali dikalungin bunga oleh gadis-gadis Bali. Enak ya liburan gratis. :D

Watersport @ Tanjung Benoa

Agenda pertama yaitu watersport. Watersport terdiri berbagai kegiatan Parasailing, Banana Boat, Jet Ski, dan Flying Fish. Cuacanya di Bali waktu outing lagi bagus. Panas terik. Secara tidak disadari saya lebih suka cuaca yang panas kalau lagi jalan-jalan. Hujan atau mendung menurunkan mood saya. Cuaca boleh cerah, Acaranya juga asyik tapi suasana hati bertolak belakang dari riang gembira. Ini berkaitan dengan seseorang yang tadi membuat gw jatuh cinta di Bali sebelumnya. Ah sudah lah mari menikmati keindahan pulau dewata.

seruuuu
Parasailing. Saya tidak takut ketinggian tapi terbang hanya dilengkapi harness bikin deg-degan juga. Saya berdiri cukup lama memperhatikan teman-teman yang mencoba duluan. Lama kelamaan yang tersisa adalah orang-orang yang masih takut atau mikir-mikir kayak saya. Rasanya sudah hafal penjelasan dari guidenya. Hahaha. Pekik girang mereka menguatkan tekad saya juga. Fuhhhh,bismillah! ‘Lari ya mbak’, kata guide. Satu dua tiga…. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!! I’m flying!! It’s so beautiful. :'). Kaki menggantung di udara. Pemandangannya Tanjung Benoa dari udara sungguh cantik. Keasyikan menikmati pengalaman terbang pertama kali jangan sampai lupa aba-aba dari guidenya. Itu bendera warna apa siy?,pikir saya. Bendera merah dan biru yang dikibarkan oleh guide tidak terlalu kelihatan dari atas. Instruksi dari guide lewat TOA juga tidak jelas. “Ooo merah”, setelah memicingkan mata. Tarik tali sebelah kanan kuat-kuat dan semakin dekat guide-guidenya akan menarik kaki saya ke bumi. Satu kata: seru!


Agenda kedua; Banana Boat. Saya juga baru pertama kali ini naik banana boat. Hahaha. Nothing’s special. Intinya saya berpegang kuat-kuat. Ogah jatuh ke laut. :p Terakhir naik Jetski. Untuk naik jet ski bisa didampingi oleh guide atau main sendiri. Demi 'safety first' mendingan saya sama guide. Jadi kayak boncengan tapi dia tidak akan menyentuh saya. Setelah kemudi jetski diberikan pada saya, jetski jalannya pelan. :D Maklum saya tidak bisa mengendarai motor,saya agak takut-takut mau tancap gas. Ah ini kan di tengah laut engga ada penghalang apa-apa. Saya beranikan mengencangkan pegangan tangan. Wusss, jetski langsung melonjak. Ngeeeengggg, adrenalin saya langsung naik berasa jadi pembalap deh. Wohoooooo seru banget ya ngebut di laut itu. :P 'Apa naik motor juga seperti ini? kalau gitu gw mau belajar naik motor', pikir saya. Di keluarga hanya saya sendiri yang tidak bisa naik motor. Hahaha.

Sehabis watersport agenda berikutnya baru dimulai sore. Yah kelamaan menunggu kloter 2 yang baru datang dari Jakarta. ‘Siapa yang mau ikut ke Sukowati?’,tanya ibu-ibu. Hampir semua mau ikut. Baru juga sampai Bali langsung beli oleh-oleh. Hahaha. Saya menahan diri jangan sampai kebablasan lagi belanjanya. Hemat-hemat uang saku selama di Bali *dikasih uang saku ama kantor* jangan sampai tekor. Hahaha.

Fun Rally: Kuta – Danau Bedugul – Tanah Lot

Konsep acaranya seperti amazing race. Setiap kelompok dapat satu mobil dengan petunjuk-petunjuk dan kuis. Kita mengikuti peta yang telah disiapkan. Bagi yang sudah mengenal Bali bisa lewat jalan potong. Kelompok kita kan baik hati dan jujur jadi nurut dengan peta di tangan. Pas banget niy dengan hari Saraswati yang memperingati ilmu pengetahuan. Anak-anak sekolah memakai baju adat Bali. Tantangan yang kita dapat yaitu memotret patung dewa ruci, beringin suci, keseharian masyakat Bali yang unik, petani Bali dan membuat canang sari. Kelompok lain ada juga yang disuruh foto sapi bali. Hihihi. Kita sibuk memperhatikan jalan kalau-kalau ada beringin suci. Saya sering juga bilang stop tiba-tiba kalau ada objek bagus untuk foto.

Dalam fun rally ini,ada dua objek wisata yang kami datangi yaitu danau bedugul dan tanah lot. Makan siang di Danau Bedugul setelah itu kita menempuh rute ke Tanah Lot. Tadinya mau mampir ke Joger dulu. Udah turun masuk ke dalam. Weewww! Rame banget sama anak sekolah. Pantesan ya parkirnya penuh dengan bus-bus besar. Antriannya juga engga nahan. Akhirnya kita keluar tanpa membeli apa-apa. Kelompok lain ada juga yang mampir dan mereka tertahan hingga 3 jam di Joger. Hahaha.

sedang khusyuk mancing di danau Bedugul
Sekalipun saya sudah pernah ke Tanah Lot dua minggu sebelumnya,ada bagian-bagian Tanah Lot yang belum saya kunjungi. Games di Tanah Lot lebih seru lagi karena harus mencari pos-pos panitia. Lari sana jalan sini sambil bersama-sama. Kompaknya kita capek pun bareng-bareng. Panitianya ada yang ngumpet di toko. Ada yang di ujuuuuuuung bukit. Dan yang paling sedikit bergidik di dekat ular putih.  Ular putih adalah ular penjaga yang sudah berusia ratusan tahun. Apakah anda berani? Saya berani donk. *bangga*. Ularnya dipegang ini sama penjaganya. Aman lah, padahal saya penakut sama ular. Hihihi. Jika menyentuhnya sambil mengucapkan keinginan atau pertanyaan di dalam hati, dipercaya keinginannya akan terkabul. Pas banget kan lagi gundah gulana,jadi saya menyentuhnya sambil mengucapkan sesuatu di dalam hati. ;). *disorot lagi sama camcorder panitia*.

Di Pura Karang Bolong

Malamnya malam kreatifitas masing-masing divisi perform di panggung. Yesss,Kelompok saya menang fun rally! Engga apa-apa juara 2 yang penting menang. Hahaha. Dan combo terbesar yaitu saya mendapat doorprize tiket PP Jakarta –Singapore. Alhamdulillah ^^




Sabtu, 04 Agustus 2012

Coal Mining City Tour : Sawahlunto




“Apa Zi ndak bosan nanti lihat batubara lagi?”,tanya teman dekat saya. Ia menanyakan kembali tujuan jalan-jalan saya yaitu Sawahlunto. “Engga, Zi belum pernah ke Sawahlunto” jawab saya. Semenjak bekerja di perusahaan kontraktor batubara, pemandangan tambang sudah biasa bagi saya. Jauh-jauh kerja hingga Kalimantan justru kota yang paling dekat dengan kota kelahiran saya, Solok, yang menyimpan sejarah penambangan batubara tertua di Indonesia. Bule ekspat di site antusias sekali ketika saya menyebutkan asal saya dari Sumatera Barat. “ Saya suka nasi padang. Dulu saya pernah di Sawahlunto”,ujarnya. Selain karena batubara,sejarah dari kota ini pun menarik bagi saya. Pemerintah Belanda mendatangkan narapidana buangan dari pulau Jawa untuk membuka tambang di Sawahlunto,orang-orang ini dinamakan orang rantai.

Perjalanan kami dari Solok naik motor, kira-kira memakan waktu 45 menit. Kota wisata tambang yang berbudaya, itulah slogan kota Sawahlunto yang saya lihat di pintu masuk ke kota. Dari pintu masuk tersebut, kita masih mendaki lagi dengan jalan berkelok-kelok. Menurut saya memang lebih seru naik motor besar apalagi bersama gebetan. Hihihi. Kebetulan juga Ayah dari teman yang mengantarkan saya pernah bekerja di Sawahlunto. Jadi ia lumayan kenal kota tambang ini. Pertama yang saya lihat dari kota Sawahlunto adalah bangunan silo yang tinggi menjulang. Saya senang melihat arsitektur bangunan lama ala kolonial berjejer dengan rumah Gadang. Cantik! Jika kita tengok ke arah bukit nampak tulisan “SAWAHLUNTO”. Potensi wisata Sawahlunto sangat lengkap yang terdiri dari wisata tambang, sejarah, kuliner dan banyak spot bagus untuk fotografi.