Pages

Senin, 30 Juli 2012

Semalam di Derawan

Just like dream come true, gw akhirnya menjejakkan kaki di pulau Derawan. Bertahun-tahun lalu, gw memimpikan berkunjung ke pulau Derawan. Berhubung biayanya tidak sedikit jika berangkat dari Jakarta, impian tersebut terkubur sementara. Engga sanggup beli tiket pesawat PP nya. :D. Gw pindah kerja ke kantor sekarang dimana salah satu site terdapat di daerah Kabupaten Berau. Nama Derawan kembali mencuat di angan-angan gw. Membayangkan gugusan kepulauan indah tak jauh dari tempat gw bekerja sangat menyenangkan. Kunjungan pertama gw ke Berau tahun lalu hanya sebatas kota Tanjung Redeb saja. Nah kemarin ga cuman gw aja yang pengen ke Derawan, senior dan bos juga pengen.Hehehe. Sambil menyelam minum air lah, site visit diselingi jalan bareng ke Derawan.


Starting poin dari Tanjung Redeb,kita berangkat sekitar jam 15.30 WITA. Untuk menyeberang ke Derawan,kita musti ke Tanjung Batu dulu. Selama perjalanan, sialnya satu mobil dicekcokin lagu Wali dan Ayu ting-ting ama drivernya. Dan layar dvdnya pas didepan muka. Huhuhu, gw jadi galau deh dengerin lagu Wali. Gw termasuk orang yang tidak bisa tidur dengan mudah kalau sedang di mobil jadi lebih memperhatikan pemandangan selama perjalanan sambil meresapi makna lagu-lagunya Wali.Hahaha. *galau mode:on*. Infrastruktur jalan termasuk bagus. Tipikalnya jalan di Berau, berkelok-kelok dan sepi. Gw sampe heran jarang ada mobil berpaspasan sama kita. Selain sepi dari kendaraan, sepi juga dari rumah penduduk. Setelah 2 jam 45 menit,sampailah kami di pelabuhan Tanjung Batu.
 


      pelabuhan tanjung batu

Jadi melalui yang punya mobil, Mas Ilham, selain kita deal harga sewa mobilnya ke tanjung batu, dia ikut mencarikan boat untuk menyeberang, penginapan hingga diving guide. Boat telah menunggu untuk mengantarkan ke pulau Derawan. Pas banget kapasitas boatnya, kita berenam orang plus Bapak Boatnya. Yeay! Excited banget gw liat laut. Perjalanan dari tanjung Batu ke Derawan sebentar saja kira-kira 30 menitan. Rada parno juga siy gw ga pake life jacket. Sampai di derawan, bapak boatnya langsung mengantar kita ke penginapan yang telah dipesan. Penginapannya berdiri di atas laut. Kamar penginapannya lumayan oke, bersih dan dilengkapi AC. Biaya per kamarnya Rp 250.000.

Sekalipun sudah malam, air pantai yang bening terlihat dari atas kamar. Anak-anak bule penginapan seberang masih betah aja main-main air. Lihat ke atas langit, Subhanallah banget, bintang-bintangnya indah betul. Ah coba aja ada yang menyanyikan ‘Yellow – Coldplay’ suasananya tambah syahdu deh *ngayal*,hihihi. Untuk mencari makan malam tidak sulit, ada banyak rumah makan. Kita makan malam seafood ,yah menunggunya harus sabar karena terbatasnya tenaga rumah makan. Gw pun memperhatikan pengunjung pulau Derawan yang berlalu lalang, kebanyakan turis asing ya.

Kembali ke penginapan, yang gadis-gadis langsung masuk kamar. Para pria masih ngobrol di luar. Kita janjian jam 5 buat ngejar Sunrise. Ini pengalaman pertama gw menginap di atas laut. Beberapa kali sempat terbangun tiba-tiba dan kembali terlelap larut dengan suara debur ombak dari bawah kamar. Janjiannya jam 5,tahunya jam 6 gw masih damai selimutan. Hihihi. Yang bapak-bapak siy udah di luar kamar, ngerokok-rokok dulu. Gw mengintip jendela kamar. Yahhhhhh Hujaaaaan, seru gw dalam hati. *kembali ke selimut*. Dari penginapan sudah disediakan termos air panas, kopi, teh,dan gula. Silahkan seduh sendiri. Bisa juga pesan indomie. Waktu gw keluar kamar, mie rebus gw sudah dingin tapi tak ada yang lebih mengecewakan selain melihat mendung di langit. Hikshikshiks.. Gagal lagi deh melihat sunrise. Hujaaan please berhenti donk, gw berdoa. (>.<) Berharap matahari muncul di sela-sela awan yang gelap. Allah Maha Adil, engga bisa lihat sunrise tapi setelah hujan muncul pelangi yang sempurna. Yeaaaaaay, engga jadi sedih deh. :D

pelangi pelangi alangkah indahmu

Dari rombongan, yang mau diving cuma satu orang,Pak Acil. Weitsss, dari Jakarta dia udah bawa perlengkapan divingnya plus kamera underwater. Biaya guide divingnya sekali turun Rp 400.000. Pak Acil diving,sisanya snorkeling. Gw yang kebetulan membawa kamera,sibuk jadi fotografer. Gw sendiri masih phobia nyemplung laut. Waktu di Belitung juga engga turun dari kapal. Pokoknya gw udah bilang sama bos, ‘Saya engga bisa berenang Pak’. Daripada tiba-tiba diceburin mendingan dari awal jujur,hahaha. ‘Kamu belajar renang sana di Marriot’,kata bos. ‘jangan di Marriot Pak, kan malu belajar renang disitu’,jawab gw. Siapa tau nanti ketemu bule cakep trus langsung minder kan kalau ketahuan lagi belajar renang. Hihihi *alesaan*.



     penginapan di pulau Derawan

“Bagus banget”, komentar bos yang asyik snorkeling. “Ayo turun”. Cowok-cowok nyemplung semua sementara yang cewek-cewek sibuk photo session di atas  boat. Lihat pelampung abangnya engga ada pengait, ogah banget deh turun kalau engga safety. Yang paling kuat berenang itu pak bos, wajar aja hobinya berenang. Hahaha. Cerdik juga senior gw, dia snorkeling pegangan ama tangga boat. ‘kalian itu rugiiii, masa jauh-jauh ke Derawan tapi engga snorkeling’. Iya juga siy,hahaha. Akhirnya senior yang cewek turun boat juga dia. “Bagusss”,katanya. Tinggal lah gw yang masih kering diatas boat,bimbang. Mmmm..pengen juga siy tapi gw trauma ama snorkeling. ‘Kamu pegangan aja sama tangga’. Dengan petuah-petuah dari yang lainnya, gw berani juga turun. Yeah! Gw mengatur napas satu-satu dan tangan gw mencengkram erat tangga boat. Wohooooo…keren! Pemandangan terumbu karang, bintang laut dan berbagai macam ikan, membuat gw lupa phobia gw. Subhanallah. Sesekali gw ke atas permukaan sambil mengeluarkan air yang masuk ke googlenya. It’s amazing, gw bisa menaklukkan phobia sendiri. :’)


Yes,akhirnya berani nyemplung ke laut


Sesi snorkelingnya diselingi dengan makan siang. Rasanya lapaaaar sekali. Setelah itu, yang masih mau main-main di laut cuma gw, Pak Bos, Pak Acil. Pak Acil masih mau mengejar foto pigminya yang gagal dijepret waktu diving sesi pertama. Kali ini gw pakai pelampung plus pegangan tangga. Sedikit tidak nyaman dengan pelampung yang gw pakai terbalik. Hening, boat terombang-ambing. Pak Acil diving selama 1 jam. Pak Bos asyik snorkeling sendiri. Gw sesekali gelayutan ama tangga boat kalau mata udah perih atau buat ambil napas. Nah ketika gw lagi asyik memandangi ikan warna-warni. Tiba-tiba pak Bos teriak sama abang-abangnya, kedengaran aja dia manggil nama gw. Si Abang Boat yang asyik mulu ama handphone spontan langsung berdiri. Gw pun langsung menengadah. "Kenapa pak?",tanya gw. ‘Kirain pegangan kamu lepas dari tangga’,katanya. Dari tempatnya berada, tangan gw seakan-akan terlepas dari tangga. Dia langsung panik karena tahu gw engga bisa berenang. Ternyata pak Bos takut juga gw kelelep di laut,terharu deh gw :’)

Ah sayang sekali kita hanya semalam di derawan. Sementara gugusan kepulauan Derawan masih banyak yang wajib dikunjungi seperti pulau Maratua, pulau Sangalaki, pulau Kakaban. Berarti ada satu alasan buat kembali ke Derawan. Nanti kalau kesini lagi, musti 3 hari biar puas keliling pulau-pulau tersebut. Biarlah hanya semalam,short getaway ini membuat gw optimis gw bisa snorkeling dan bikin gw semangat buat belajar renang. Gw harus bisa berenang! Siapa tahu setelah belajar renang gw bisa belajar diving. Amin. Hehehe.

Waktu status dan DP gw wara-wiri ganti dengan ‘Derawan’, banyak yang menanyakan berapa budget untuk ke Derawan. Tergantung sih berangkat darimana. Karena ini sekalian dinas luar kota, tiket pesawat ke Berau nya tidak termasuk hitungan.Hehehe. Setelah dipukul rata untuk 6 orang, masing-masing patungan Rp 400.000 untuk semalam di Derawan. Kalau dari Jakarta mungkin bisa lebih dari 3 juta karena ada biaya tiket pesawat Jakarta-Balikpapan-Tj Redeb atau Jakarta-Balikpapan-Tarakan juga bisa.

Bye Derawan, Someday I’ll be back :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar