Pages

Senin, 30 Juli 2012

Cabut ke Bali Rame-rame

Pertama kali gw mengenal Bali yaitu melalui sebuah buku cerita perpustakaan sekolah yang berjudul ‘Darmawisata ke pulau Dewata’. Ketika itu gw masih duduk di kelas 5 SD, gw membacanya tidak sekaligus tamat,bagian per bagian ketika tidak ada guru atau setelah habis olahraga. Dari buku itulah gw mengenal tanah lot, pura Besakih, sangeh, dan tempat-tempat wisata di Bali. Saat itu gw tidak mempunyai bayangan seperti apa pulau Bali,ya jauh sekali dari kota Solok. Kesempatan untuk melihat apa yang tertulis di buku perpustakaan SD itu baru terwujud ketika gw berusia 24 tahun di 2012 ini.

Pantai Sanur

Setahun lalu tepatnya bulan Mei 2011; Air Asia Promo mulai 50.000! Huwoooh pengen pengen! Gw spontan YM teman-teman; alice, ana dan eka. Dengan perhitungan tanggal yang ajaib: 27 – 29 Mei (hari Minggu – Selasa),kita beli tiket promo ke Bali. Tambahan satu lagi Amel berangkat dari Surabaya. Yang udah sering ke Bali siy Eka. Selama setahun kita engga pernah ngebahas itinerary. Baru deh H minus berapa minggu baru deh kepikiran, kita mau nginep dimana, di bali mau kemana, trus nanti yang nyetir siapa, dan budget berapa. Eka engga jadi pergi karena ada psikotest di kantornya hari Selasa. Bagi gw ada satu masalah ketika mendekati hari H yaitu jadwal site visit. Pas banget gw disuruh ke Kalimantan (T.T). Untungnya gw beli tiket airasia pakai kartu kredit supervisor gw, jadi dia udah tau kalau gw mau ke Bali setahun yang lalu,Hahaha. Tapiiiii gw belum ijin sama HOD ternyata dia udah tahu duluan dari supervisor. H-1 gw baru balik ke Jakarta cobaaa. Sabtu baru mendarat dari Balikpapan, Minggu udah terbang ke Bali.



Hari Pertama

Kloter pertama yang sampai duluan di Ngurah Rai yaitu gw, Alice, dan Amel. Kita langsung cari penginapan sama driver di daerah Sanur. Sebelumnya kita memutuskan untuk sewa mobil Karimun plus drivernya. Penginapannya yang engga mewah lah,namanya juga backpackeran, heuheu. Sambil menunggu Ana yang mendarat jam 2, kita bertiga lebih dahulu jalan ke Pantai Sanur. Lihat pantai langsung deh pada kumat narsisnya. Hahaha. Bule-bule anteng berjemur atau berenang,kita heboh foto-foto doank.

Pura Taman Ayun

pura taman ayun
Baru-baru ini Pura Taman Ayun dikategorikan sebagai warisan budaya dunia Unesco. Puranya sendiri terletak di tengah taman. Area pengunjung dibatasi dengan tembok setinggi dada. Jadi kami berjalan mengelilingi pura dari luar tembok.

Tanah Lot
Sunset di Tanah Lot
Ini dia wishlist no.1 gw ketika ditanya mau ngapain di Bali. Lihat sunset di Tanah Lot!. Pemandangan senja Tanah Lot sangat terkenal keindahannya dan seringkali ada di kartupos. Sebagai pecinta Senja wajib lah melihat sunset di Tanah Lot. Untuk bermain air di Tanah Lot agak kurang seru karena karangnya licin bisa jatuh. Kita memutuskan untuk naik ke arah bukit. Sambil menunggu senja,kita sibuk bernarsis-narsis ria seperti biasa. Hahaha. Posisi tempat kita duduk pas sekali menghadap matahari. Spotnya bagus. Kita asyik berekspresi dengan foto siluet dan memainkan matahari. Langitnya agak mendung sedikit jadi engga bisa lihat senja merah deh.  Pertama-tama ada dua bule ganteng ambil posisi duduk samping gw. Yang satu sibuk ambil foto pakai kamera SLR nya. Semakin mendekati waktu matahari terbenam,semakin banyak turis asing yang berdiri dibelakang kita. Eits,kita duluan nih yang take cup tempat :P Selepas sunset jika ingin menikmati tari kecak bisa disaksikan di Tanah Lot. Kami memutuskan untuk kembali ke Hotel untuk beristirahat.

Hari Kedua

Bangun Subuh untuk melihat Sunrise. Pas jalan kaki ke Pantai Sanur mampir sebentar ke warung depan hotel. Gw jajan penganan kue-kue kecil untuk dinikmati di pantai (ps: pie susunya enaaaaak banget). Awan mendungnya tebal sehingga pencarian sunrise kali ini agak kurang berhasil. Pantai masih sepi tampak bapak dan ibu berseragam hijau-hijau membersihkan pantai. Memang terlihat banyak tumpukan ganggang laut yang terbawa hingga ke pantai. Ada aja yang bikin gw ketakutan,banyak doggy di Sanur. Hiii *pegangan ama ance*. Ketika kita mau balik ke hotel,baru deh mataharinya muncul setitik.

Danau Batur

Hujan rintik-rintik sepanjang perjalanan menuju Danau Batur. Hawa dingin semakin terasa karena kami semakin menjauhi daerah pantai. Ketika sampai di Danau Batur,kami disambut dengan kabut tebal. Yahhhhh (T.T) engga kelihatan apa-apa. Hikssssss. Mungkin pengunjung yang datang sepi sehingga penjual souvenir sangat gigih menawarkan dagangannya kepada kami.

Pura Tirtha Emphul – Istana Tampaksiring

eksis dulu sebelum masuk pura ;p

Pengunjung memakai selendang yang dililitkan di pinggang jika memasuki kompleks Pura. Untuk kawasan istana Tampaksiring tidak boleh sembarangan masuk. Pengunjung hanya bisa melihat Istana Tampaksiring dari Pura.

Ubud

Kami makan siang di Ubud. Kami mengunjungi pasar tradisional Ubud. Kondisi sehabis hujan membuat becek pasar tapi tidak menyurutkan hasrat shopaholic turis-turis karena berbagai souvenir dan oleh-oleh khas Bali ada disini.

Ance, Alice, Amel

Pasar tradisional Ubud
Malam kedua kami menginap di daerah Poppies Lane Kuta. Daerah yang cukup terkenal di kalangan backpacker dunia. Rate kamar disini cukup terjangkau. Kami menempati dua kamar seharga 120.000/kamar,jadi per orangnya Rp 60.000. Makan malam dimana ya? Cari makan diluar. Kawasan yang padat dengan restoran,bar, toko, hostel. Jauh-jauh ke Bali tetap makannya di rumah makan Padang,hahaha. Ya kalau restoran ada menu porknya, kami tidak bisa mampir. :D Setelah makan tidak langsung pulang, penasaran dengan peringatan bom Bali kami berjalan kaki di sepanjang jalan Legian.

Hari Ketiga

Kesiangan! Gw ditinggal sendirian di kamar,yang lain jalan pagi ke pantai Kuta. Mata gw masih berat karena malamnya tidur agak malam gara-gara chatting sama seseorang. O iya, hati gw lagi berbunga-bunga oleh seseorang ini. Yes Bali,I’m in Love.

Uluwatu

Kunjungan ke Uluwatu lah yang paling berkesan buat gw. Gw siy engga takut sebenarnya ama monyet. Yang gw takutin itu monyet yang agresif. Nah udah diwanti-wanti ama drivernya jangan pakai kalung atau kacamata karena bisa menarik perhatian monyet. Gw dari awal udah engga nyaman, pegangan yang kenceng ama ance. Kita mengikuti pasangan bule yang pakai pemandu. Setengah perjalanan aman-aman saja. Di dekat pura Uluwatu memang banyaaaaak sekali monyetnya. Salah satu turis India diambil sepatunya terus dibawa sama monyet ke atap. Dibujuk-bujuk monyetnya sama pemandu turis. Makin deg-degan aja gw. Pas turun tangga, gw bertatap-tatapan dengan seekor monyet. Mata monyetnya melihat ke arah kaki gw. Wah feeling gw engga enak nih. Si monyet tiba-tiba berlari ke arah gw. Aaaaaaaaaaaaaaa keheningan Uluwatu akhirnya buyar gara-gara teriakan gw. Si monyet berhasil mendapat sandal jepit gw. Cuek aja monyetnya gigit-gigit dan tampak tak mau melepaskan sandal. Kita engga punya kacang atau makanan apapun. Katanya bapak-bapak,monyet nya musti dibujuk ama kacang/makanan biar mau melepaskan sandal gw. Sendal jepitnya baru beli lagi. Dan tak lama kemudian perhatian si monyet terpecah nampak olehnya kaki kiri gw yang masih pake sandal. Sebelum dia bergerak ke kaki kiri gw dengan senang hati gw kasih aja sandal jepit yang kiri ‘niiiiii ambil’. Sendal jepit kanannya udah engga jelas bentuknya digigit-gigitin. Sekalian aja ambil yang sebelah kirinya. Monyetnya setelah itu langsung aja gw ngibrit ke turun tangga. Sport jantung banget itu. Jadi diliatin orang-orang kenapa gw bertelanjang kaki. Hahaha. Gw menyebut diri gw, Cinderella of Uluwatu. Hahaha.

Cinderella of Uluwatu :))


Garuda Wisnu Kencana

eaaaaaaa

Masih deg-degan dengan kejadian di Uluwatu. *Semoga gw ga makin parno ketemu monyet*. Sekalian kita mampir ke kompleks Garuda Wisnu Kencana. Dimana ada patung raksasa dewa Wisnu dan kendaraannya Garuda. Waktu kita datang masih sepi jadi enak mau foto-foto. Hingga datanglah rombongan turis China. Lucunya, salah satu bapak-bapak menunjuk-nunjuk kita dan kameranya sambil nyerocos dengan bahasa yang gw engga ngerti. Kirain minta difotoin tahunya minta foto bareng ama kita. *tepok jidat*. Hahaha.


See you soon Bali ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar