Pages

Jumat, 30 Desember 2011

'Secret Escape' to Danau Kembar

Danau di atas - Danau kembar


Tawaran jalan-jalan ke Danau Kembar oleh kawan semasa kecil gw langsung gw sambut dengan senang hati. Danau kembar adalah Danau Diatas (Danau Diateh) dan Danau Dibawah. Disebut Danau Kembar karena hampir sama luasnya dan letaknya berdekatan. Danau Kembar terletak di Kabupaten Solok, Alahan Panjang. Sekitar 1 jam perjalanan dari rumah nenek gw. Danau Kembar masih kalah pamor dengan Danau Singkarak dan Danau Maninjau. Sebagai orang Solok aja gw belum pernah berkunjung ke Danau Kembar *tepok jidat*.

Sawah dan sawah, itulah pemandangan yang lazim ditemui di kabupaten Solok. Kabupaten Solok terkenal dengan kualitas berasnya hingga ada lagu berjudul ‘Bareh Solok’. Perjalanan yang tidak membosankan.Jika gw diam menikmati pemandangan dan angin sepoi-sepoi maka kawan gw menoleh khawatir gw ketiduran. 10 tahun tak berjumpa,obrolan seperti air bah aja engga peduli hujan rintik-rintik. Cekakak – cekikik dengan laju motor yang santai. Hawa dingin mulai terasa ketika mendekati danau kembar. Brrrrr..

Pemandangan sawah telah berganti dengan kebun-kebun sayur, Hasil utama daerah ini adalah sayur-sayuran yang dijual di kota-kota terdekat. Jika dari Solok melalui koto Anau – Bukik Sileh maka yang pertama dijumpai adalah danau dibawah. Pemandangan ke danau bagus banget. Tapi kita tidak bisa menepi ke danau di bawah karena tidak ada jalan dan tepiannya. Langit gelap mendung dan berkabut. Yahhhh, cuma bisa menikmati keindahannya dari atas. Ada spot yang bikin gw menepuk punggung kawan, “yus,berhenti..berhenti..mau foto disini..” pinta gw. “Engga bisa zi..jalannya engga ada tepian”. Gw juga yang salah minta berhenti pas di tikungan tajam tapi pemandangan dari situ indah banget. Hujan mulai rintik-rintik. Was-was juga siy pas motret, rintik hujannya kena lensa kamera. Ya mau gimana lagi saat musim hujan sulit mendapatkan langit biru cerah. Hasil foto-foto gw setelah dipindahkan ke laptop terlihat sangat silau. Gw akan lebih menikmati lagi kalau engga pake gerimis.

Perjalanan lanjut ke danau di atas, dari danau di bawah jalannya agak menurun. Hujannya mulai deres jadi neduh dulu di tempat gorengan. Gw sengga apa-apa kehujanan asalkan kamera gw aman. Hehehe. Akhirnya bisa menikmati keindahan danau di Atas. Air danaunya jernih. Ada warung di tepiannya dan berhubung belum makan siang,kita memesan Indomie Rebus. Suasananya tenang dan tidak banyak orang. Romantis deh buat pacaran sambil menikmati indomie panas-panas. Ini ceritaku apa ceritamu? *lho*,hahaha. Baru aja gw bilang sepi ama kawan,eh 5 menit kemudian datang dua bis sekolah. Sontak keheningan milik kami langsung buyar. Suasana berubah jadi hiruk pikuk. Ketenangan kami terganggu. Kita jadi ketawa ngakak ngeliat rombongan ibu-ibu yang langsung menyerbu penjual markisa. Oleh-oleh khas dari danau kembar adalah buah marqisa. Yang muda-muda langsung ke dermaga kayu buat foto-foto. Kalau dilihat dari plat bisnya siy dari Riau. Mereka berasal dari Pekanbaru tapi masing-masing orang berbahasa Minang.hahaha. Cepat-cepat kami habiskan mie rebusnya.


Jernihnya air danau di atas


Pengunjung dari Pekanbaru

Di dermaga terdapat perahu wisata yang ditambatkan. Jika ingin mengelilingi danau bisa naik perahu ini dengan membayar 5.000 per orang. Lihat perahunya engga meyakinkan apalagi engga jauh dari sana ada perahu yang setengah badannya tenggelam. Ada kejadian lucu disini. Ada dua orang anak kecil meminta uang parker motor padahal untuk masuk ke wilayah Danau Di atas udah diminta bayaran 10.000. Dua anak ini minta lagi Rp 10.000. ya kita engga mau, udah bayar juga tadi. “minta uang parkir atau uang jajan?”,tanya kawan. “uang parkir da”,jawab si anak. “Tidak bisa,kami udah membayar tadi 10.000”, Kita engga mau ngalah. Mereka engga mau beranjak hingga gw arahkan moncong kamera ke mereka, eh malah ketakutan. “Jangan difoto”,mereka menghindar dan memalingkan muka. “Foto aja terus nanti masukin koran”,kawan gw menakut-nakuti mereka. Dua anak ini akhirnya pergi menghampiri pengunjung lain. Dari minta uang parkir sampai menjual gorengan,memang luar biasa usaha mereka. Karena pas kita datang sunyi engga ada orang. Bus datang langsung deh dikerubungin masyarakat sekitar yang menjajakan buah dan sayur.

Jalan pulang kami berbeda dengan jalur berangkat nanti keluar langsung tembus ke jalan raya Solok-Padang. Serasa lagi di New Zealand deh, jalan berkelok-kelok dan berjejer pohon-pohon cemara atau pinus (?) yang diselimuti kabut. Kali ini gw engga berani mengeluarkan kamera karena hujan mulai agak deras dan gw melindungi tas kamera. Setelah itu, kami melewati kebuh teh PTPN VI. Kebun tehnya engga terlalu tinggi. Bunga-bunga di tepi jalan membuat kebuh teh terlihat cantik. Gw seneng banget dapat foto yang cantik dan menurut gw adalah foto terbaik di 2011 *dancing*. Itu lah enaknya klo naik motor klo mau berhenti gampang. Kawan gw ini lucu banget pas lagi di jalan gitu, ada yang ngelaksonin terus menerus dari belakang. Siapa lagi niy,eh ternyata si kawan gw ini kenal. Saking penasaran siapakah gadis berhelm yang diboncenginya. Mobil berhenti dan berbasa-basi sebentar sambil menatap ingin tahu ke gw, habis itu mobilnya langsung tancap gas. Sampai di rumah nyaris adzan Maghrib. Orang rumah tahunya gw pergi jalan ke pasar Solok yang sebenarnya hanya memakan waktu 10 menit saja. Bandeeel :p

I think it's my best shot in 2011 :)


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar