Pages

Senin, 29 November 2010

Beautiful Belitong #Day 3

Niatnya bangun pagi buat lihat sunrise. Bangun siy pagi cuma langitnya mendung. Huhuhu..no sunset and no sunrise,oh noooooooo! >.<


sunrise di Pulau Babi

Gue memiliki ide untuk mengumpulkan kulit keong, siput, dan kerang ke dalam botol. Bagus kan,klo dimasukkan kedalam botol terus dikasih air. Kombinasi dari ketiganya akan terlihat lebih bercahaya. Mulai lah gue jongkok mungutin satu per satu. Anak-anak lainnya memesan pop mie sambil duduk diatas batu besar. Gue masih asyik ngumpulin kerang di pinggir pantai *belum mandi,hihihi*.

Tiba-tiba Si Dino teriak,’takuttt..gue lihat ular’. Serentak temen-temen yang duduk di batu besar panik. Ularnya dekat sekali dengan mereka. Mungkin semacam ular pohon gitu warnanya kuning trus ada bercak-bercak *gue siy engga lihat*. Pop mienya ditinggal. Kaburrrr..gue yang lagi dipantai ikut naik balik ke pondok klo si ular berubah pikiran dan mendatangi atau menghalangi jalan gue gimana coba. Gue pindah nyari kerangnya ke tempat lihat sunrise. Lebih sedikit sih tapi engga apa-apa botolnya udah mulai penuh.

Rasanya berat ninggalin Pulau Babi artinya libur telah usai dan kembali ke Jakarta :( which is kembali bekerja.huhuhu..aaaaaa,sebenarnya kau tidak ingin pulang. Bye bye,pulau Babi. Kami melambai-lambaikan tangan ke arah pondok. Sebelum kembali ke Belitong daratan, kita sempat singgah ke pulau Tukong yang terletak persis berseberangan dengan pulau Babi. Pulau Tukong ini mempunyai teluk. Ketika sore hari,airnya hangat dan aman untuk berenang. Biarpun disekeliling pulau ombaknya besar,teluk tukong aman-aman saja,kata Bang Erling. Tadinya bang jek menginstruksikan ke orang kapal kita cuma singgah sebentar dan tidak turun. Batu-batunya keren. Sayang banget cuma numpang lewat doank.
'Bang,kita turun aja ya..',kita meminta turun sebentar.
'Padahal pulau ini sengaja disimpan buat trip berikutnya lho’,canda Bang Erling. Biar ke Belitong lagi gitu ^^


welcome to Tukong Island ^^




pulau tukongggggg

Kembali ke Tanjung Kelayang, hauss banget,kita minum es kelapa muda. Sambil memandangi perahu-perahu yang sedang bersandar. Di Tanjung Kelayang,terdapat beberapa rumah makan,kita bisa memilih salah satunya untuk bersantai. Engga ada bosen-bosennya liat laut. Setelah itu kita beranjak kembali ke Pantai Tanjung Tinggi. Jika gue perhatikan,Pantai Tanjung Tinggi tidak dipungut iuran masuk. Vony dan Nurul yang baru datang hari Sabtu belum pernah ke Tanjung Tinggi. Sayang banget kan klo melewatkan Tanjung Tinggi. Kita berpencar mencari spot-spot yang asyik. Hari terakhir pakaian gue tinggal yang dipakai dibadan. Gue harus hati-hati biar engga kepeleset terus nyebur lagi ke laut. Berat bo,klo jeansnya basah.

Kita makan siang ke Tanjung Pendam. Katanya tempat nongkrong anak-anak Tanjung Pandan. Waktu malam pertama,kita sempat mengelilingi Tanjung Pendam tapi engga mampir karena udah malam dan kecapekan. Kayaknya cuma spot ini aja kita tidak foto-foto,takutnya orang-orang engga percaya kita ke Belitong. Pantai dikota ya begitu,rata-rata kotor mirip pantai Ancol. Hehehe.

Selanjutnya, kita ke tempat oleh-oleh khas Belitong. Kita ke galeri UKM belitong, one-stop shopping gitu,jualnya macam-macam. Ada makanan. Ada pernak-pernik dari kerang dan bintang laut. Ada batu satam, Batu meteor! Ada baju-baju belitong. Nenek gue tadinya minta bawain terasi. 'Masa’ jauh-jauh,belinya terasi',kata gue.Teman-teman lainnya ada juga yang beli terasi.wkwkwk. Gue mupeng banget ama gelang kayu hitam cuman mahal banget 150 ribu >.< Engga bisa tawar-tawar lagi kan. Ternyata gelang tersebut adalah gelang akar bahar. Nyarinya susah harus menyelam ke laut. Hmm,pantesan harganya mahal,resiko yang pencarinya tinggi. Dilema,gue pengen beli gelang tapi gue ga bisa beli oleh2 lainnya.huhuhu..duit gue kritis banget menjelang gajian.Hhhhh..*tarik napas panjang*,Gue ikhlas melepas gelang akar baharnya >.<

Jadwal balik ke Jakarta sekitar jam 16.00. Dan bandara Tanjung Pandan mungkin bandara yang airport tax nya termurah di Indonesia, 11.000. Tas Backpack gue masuk bagasi aja,isinya baju kotor semua siy. Ternyata pesawatnya delay 30 menit. jadi take-off baru sekitar jam 16.30.

3 hari 2 malam di Belitong,kayaknya masih belum puas. Kita belum menjelajahi Belitong selatan dan timur. Belum mengunjungi kota Laskar Pelangi di Gantong dan Manggar. Sayang sekali,waktu tidak memungkinkan. Padahal selama bulan November ada event festival Laskar Pelangi di desa Linggang. Tapi tenang setidaknya terwakili dengan kehadiran Bujang dan Dayang Belitong Timur 2010.hehehe. Gimana ceritanya? Kita satu pesawat yang menuju ke Jakarta. Pas di ruang tunggu,Bujang dan Dayang duduk tidak jauh dari kita. Dasar ya,udah mau pulang teteup pose,mau foto bareng dengan Bujang dan Dayang Belitong Timur,hahaha..yaudah,rusuh lah jadinya ruang tunggu heboh ama aksi kita. Semua mata tertuju ke kita yang cengangas-cengenges. Urat malunya udah putus.hahahaha. Okta niat mau pinjem selempangnya buat pose bareng suaminya.wkwkwk Tapi berkat kegilaan kita, Bujang dan Dayang jadi disamperin bapak-bapak dan diajak ngobrol ibu-ibu,hehehe *pede banget*. Terus setelah fotonya diupload ke fb, Siska dan Tommy, nama dari Dayang dan Bujang Belitong Timur 2010 ikut ditag! huwahahaha,dino niy yang nge-add mereka.ckckck


Belitong dari atas pesawat..lihat ada banyak kawah ya ^^

Selamat tinggal Belitong..Sampai jumpa, i shall return :)))))))))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar