Pages

Sabtu, 27 November 2010

Beautiful Belitong #Day 2

Hari kedua kita akan menginap di pulau Babi. Kita check out sekitar jam 8 pagi. Nurul dan Vony sudah datang. Huwaa,ada Shireen Sungkar! Kata Angel, si Vonny mirip sama Shireen.hahaha..ya kita panggil aja dia Sherin Sungkar,biar engga kebalik ama Shireen :P Kita berangkat ke Tanjung Kelayang,sebelumnya kita melewati desa nelayan dulu.bersihhhh. Di Tanjung Kelayang sudah ada kapal yang kami sewa seharian untuk eksplorasi laut dan pulau-pulau Belitong. Kapal-kapal nelayan tampak sedang bersandar di pantai.


pantai yang biru..pasir yang putih..surga duniaaaa :)))

Lagi – lagi,gue takjub dengan laut Belitong,biruuu banget dan jernih. Biasanya gue pusing dan mual klo naek kapal, tapi pas di Belitong gue baik-baik aja engga mabok laut dan pusing. Mungkin pemandangan sekitar yang membuat gue berdecak kagum dan lupa sama phobia sendiri. Sejauh mata memandang biruuuu.degradasi warna birunya mantap. Dasar lautnya pun kelihatan. Cantik banget deh ^^.ada Batu-batu ditengah laut. Awan-awannya juga keren. Cuacanya cerah biarpun panas terik tapi sejuk oleh angin laut. Kita ngedrop dulu barang-barang di Pulau Babi. Jangan pikir kayak cottage-cottage di pulau seribu ya,penginapannya pondok kayu dan beratap daun rumbia. Kita singgah sebentar di batu Garuda. Batu-batu besar yang menyerupai bentuk burung kalau dilihat dari jauh. Menurut gue sih,batunya lebih mirip buaya atau komodo. Bener ga?


Batu Garuda

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas ini menjadi salah satu tujuan wisata yang populer di Belitong. Di pulau ini terdapat mercusuar tua yang masih berfungsi hingga sekarang. Mercusuar ini bisa terlihat dari pulau Babi. Di pulau Lengkuas sudah ada beberapa rombongan yang terlebih dahulu tiba. Kita menghabiskan waktu disini hingga makan siang. Masing-masing berpencar mencari spot yang keren untuk berpose.hahaha. Teteup poseeee..pose..pose *backsound: cekrek-cekrek* :D


tinggiiii

Penasaran dengan mercusuar? Kita bisa naik keatasnya. Untuk mencapai puncak harus melewati 18 tingkat anak tangga. Mercusuar ini dibangun pada tahun 1882, hmm, berarti umurnya udah 128 thn, lebih tua dari buyut gue beberapa tahun.hehe..Tangganya walaupun sudah berkarat tapi masih kokoh untuk dipijak,malah tangan gue engga kotor sama sekali pas pegangan. Sesekali tercium aroma tidak sedap.ihhh,pasti ada yang iseng nih,buang air kecil sembarangan. Jorok!

Bener-bener deh,sekalinya gue olahraga langsung beratt..pegel-pegelnya bukit Paramount belum ilang,otot-ototnya dipaksa naik tangga lagi. Iya lah,No Pain No Gain ^^. Beberapa kali gue berhenti ambil napas dan istirahat sebentar sambil membidikkan kamera ke bawah. Hasilnya luar biasa indah.*akusuka..akusuka..akusuka*


cantik bukan? ^^


Subhanallah..this is Indonesia!

Hosh-hosh..baju udah basah keringat..akhirnya sampai ke puncak mercusuar. Woww,spektakuler view dari atas.





Makan siangnya dimasak di pulau Lengkuas. Jadi pas kita lagi sibuk naik ke puncak mercusuar. Abangnya masak. Pas kita turun dan tenaga terkuras abis,tinggal makan.hehe *enak banget yak* Ada ikan kuwe bakar kecap, ikan kuwe balado, cumi goreng tepung, udang balado, sayur kangkung. Mantap,enak lagi masakannya. Kata Bea,klo mau snorkeling,makannya jangan banyak-banyak nanti bisa muntah. Tapi jangan engga makan juga karena snorkeling butuh tenaga besar. Gue makannya dikit padahal ikannya enak >.<

Snorkeling

Setelah bertahun-tahun,akhirnya baru sekarang berenang lagi. Sebelum turun ke laut,buat yang belum pernah snorkeling dibriefing dulu di pantai pulau Lengkuas. Latihan menggunakan glove dan fin. Walaupun tidak bisa berenang masih bisa snorkeling kan pake pelampung. Kita latihan dulu sebentar di pantai. Bakal seru niy,pikir gue apalagi ada ikan kecil-kecil hilir mudik didepan glove gue. Jika masih dipinggir pantai aja bagus apalagi ditengah lautan yapasti bagus banget.

Sebenarnya Bang Jack dan Bang Erlin menyarankan yang turun ke laut ganti-gantian,berempat-empat. Kita berpendapat selagi masih di dekat kapal tidak apa-apa jika semuanya turun ke laut. Gue siy pede-pede aja nyebur ke laut melihat anak-anak lain berani dan enjoy banget snorkeling. Pas giliran gue udah di laut,anjrittt...gue panik luar biasa. Gimana bisa snorkeling yang mengasyikkan bagi yang lain jadi mimpi buruk buat gue. Perasaan gue baru sebentar nunduk kebawah liatin terumbu karang pas udah nengadah ke atas. Kapalnya kok udah jauh. Serta merta pelajaran snorkeling yang dipantai bubar semua engga ada yang gue inget satupun.

Ketika snorkeling, hidung harusnya tidak berfungsi lagi,pernapasan dilakukan lewat mulut,tarik..buang..tarik..buang.. Kayaknya gue masih pakai hidung,jadinya sesak. Jadi panik sendiri,apalagi Erik teriak ada ikan yang giginya serem. Mampus gue! Kaki-tangan gue bergerak ke segala arah. Mata dan hidung udah pedih kena air laut. Kuping udah kemasukan air. Gue ngelihat kapalnya kok makin jauh. Gue lambai-lambaikan tangan gue. Abangnya engga nyadar isyarat SOS gue mungkin dia kira gue lagi dadah-dadah kali T.T. Yaudah gue cari teman yang deket-deket gue. Gue digandeng ama Bea, tetap aja panik >.<. Terumbu karangnya masih bagus. Gue udah engga peduli lagi betapa indahnya pesona laut Belitong. Bodo!

Bang Erling juga ikut turun ke laut cuman dia engga pake pelampung. Gue udah teriak-teriak,Abangggg!. Ngelihat gue udah panik, ’kamu telentang buka glovenya..’,ujarnya. ‘engga bisa..engga bisa’gue menggapai-gapai tangannya *maksudnya mau pegangan* yang tanpa sadar sebenarnya bisa bikin dia tenggelam. Akhirnya badan gue dibalikin paksa. Gue buka glovenya..rileks aja hirup udara..udah telentang,kepanikan gue yang lain datang. Gue merasa pelampung gue mau copot.
’aaaa saya mau tenggelam’,ujar gue panik.
’engga kok,mana mungkin kamu tenggelam kan kamu pakai pelampung’,jawab si Abang.
'engga mau bang..udah saya ke kapal aja..’,kata gue rasanya mau nangis aja.

Ternyata bener kan,arus lautnya kuat,jadi kita disuruh pegangan di tali tambang yang diulurkan dari kapal terus semuanya dikumpulin disatu lingkaran. Karena di pikiran gue hanya ada satu pikiran, cepat naik ke kapal.
‘Yaudah Mbak,deket-deket kapal aja’,kata Bang Jek. Gue coba pake lagi glovenya dan menjajal snorkeling sekali lagi. Sepuluh detik kemudian, air udah masuk lagi ke dalam glove.
‘udahhhhhh ahh,saya mau naek ke kapal’,gue menyerah.

Laut yang indah dari atas Kapal setelah gue nyebur ternyata menyeramkan *walaupun keren*. Apalagi posisi gue terlalu dekat ke kapal,yang ada bisa kepentok lambung kapal. Naik kekapal juga berat banget karena pake pelampung. Hosh..hosh.. Gue kehabisan tenaga. Kayak mendingan trekking deh dibandingkan snorkeling. Langsung gue buka glove lempar ke lantai kapal. Di kapal ada dua orang yang jagain mesin dan yang narik tali. Kayaknya gue diketawain deh ama orang kapalnya. Untung aja gue engga ngerti bahasa melayu belitong. Hahaha. Tak usah lama-lama bengong, beberapa menit kemudian gue ambil kamera jadi langsung ada kerjaan. Kita engga bawa kamera underwater. Fotonya dari atas kapal saja,mendadak fotografer gue :D. Arus lautnya makin lama makin kuat. Semua disuruh naik ke kapal. Goyangan kapalnya makin keras karena gelombang lautnya makin besar.


lihat..mereka happy-happy aja kan :D


grr..lihat muka gue masih ketakutan

Pulau Gusong

Setelah meninggalkan spot snorkeling, kita ke Pulau Gusong. Uniknya pulau tersebut lebih menyerupai gundukan pasir di tengah laut. Nampak sudah ada dua kapal yang sedang berlabuh disana,rupanya ada dua pasangan yang lagi berbahagia. Ahahay,ketenangan mereka sontak terganggu dengan kehadiran kita. Walau cuma dua belas orang,ributnya satu kompi.hahaha..*map ya mbak..maap ya mas*


belitong travelers plus our guides ^^

Ada bintang laut di pinggir-pinggir pantainya. Bintang laut klo udah dewasa jelek deh bentuknya lebih lucu waktu masih kecil. Tak lupa,para peserta tour memegang bintang laut denga pose suka-suka. Ada yang naruh di kepala seolah-olah jepit rambut atau bross. Kasihan banget ya jadi bintang lautnya pasti dia stress.hahaha..sempat terjadi perang pasir. Eka yang lagi berpose kita lempari pasir. Udah lah jadi kejar-kejaran sambil lempar pasir. Anak kecil banget engga siy? biarin namanya juga berlibur.haha..rasanya bebas melupakan penat-penatnya hidup. Pulaunya siy kecil dan terlihat seperti dangkal. Jangan salah lho,beberapa langkah dari pinggiran pantai lautnya langsung dalam sekitar 5 meter. Waspada..waspada..

Coral Planting

Puas main bintang laut dan perang pasir,kita meninggalkan Pulau Gusong. Hujan deras kembali menerpa kapal kita.brrrr..dingin. Kita menuju tempat penanaman terumbu karang. Untuk turut serta dalam coral plant, peserta membayar Rp 50.000. Terumbu karangnya dikasih tag nama kita. Proses pertumbuhan terumbu karang yang kita tanam dapat dilihat setelah 3 bulan kemudian. Abangnya akan mengirimkan foto via email. Sial,kenapa gue jadi Mr Azi di tag terumbu karangnya. Wkwkwk..

Terumbu karang punya gue cakep bener kayak es krim atau kayak api yang di patung liberty sono. Demi anak cucu generasi penerus bangsa Indonesia, kita menanam terumbu karang yang masih bayi ini. Areal terumbu karang di Indonesia makin rusak dan berkurang oleh manusia-manusia berpikiran pendek. Terumbu karang di belitong banyak yang masih alami. Jangan sampe jika gue kesana lagi alam berubah rusak oleh perbuatan manusia. Amit-amit *getok-getok kepala*


tumbuhlah terumbu karang-ku *cupss*

Ada dua cara penanaman bisa nanam sendiri dengan dibantu Abangnya atau titip ama Abangnya buat ditanamin. Kalau ingin menanam sendiri. Buka pelampungnya,kita menyelam sedalam 2 meter untuk menanam koralnya. Ya ampun,gue udah make life vest di laut aja udah pengen tenggelam. Apalagi engga pake pelampung. Mendingan gue duduk manis aja di kapal sambil moto-motoin yang mau nanem koral.Hihihi..yang berani nyelam nanam langsung hanya Erik dan Eka. Ada juga yang nyebur ke laut demi foto ama terumbu karangnya di laut,hehehe *lirik Vonny*

Pulau Babi

Kita kembali ke pulau Babi. Namun air laut telah surut,jadi tidak bisa langsung ke tempat kita datang pertama kalinya. Jadi harus menepi di sisi pulau lainnya yang masih agak dalam. Air lautnya hangat disana. Bukan karena ada yang pipis lho,bukan. Karena airnya mengandung arus laut yang hangat *sotoy*. Daripada kena air hujan dingin mendingan main air laut yang lagi hangat-hangat kuku.
‘Sini..belajar lagi..masa’ udah nyampe belitong,engga bisa snorkeling’,kata bang Erling.
Eka, Bea, Farah menyemangati gue pas dikapal.’lo harus bunuh ketakutan lo sekarang daripada nanti keterusan’,kata Eka.
Iya juga siy,klo ga dijinakkin sekarang. Makin engga bisa snorkeling nanti, rugi donkk..Lautan Indonesia kan luas dan indah-indah,engga bisa menikmati gue. Mulai lagi gue pasang glovenya.. Gue dipegangin,badan dibiarin aja ngambang. Ternyata masalah bukan di alatnya tapi gue yang tidak terbiasa bernapas dengan mulut. Setelah berulang kali,barulah bisa tenang snorkelingnya. Sayang pemandangannya engga seindah di tengah laut. Lumayan gue jadi lebih tenang dan dapat clue pake glovenya. Napasnya juga udah teratur.

Kita kembali menembus hutan untuk ke pondok. Pengen cepat mandi terus ganti baju bersih. Karena mandinya ngantri,gue main-main lagi ke pinggir pantai. Pantainya jauh lebih rendah dari waktu ketika datang. Bea, Erik, Risa,dan Putu main di pantai juga. Ketika gue menoleh ke arah barat woww..mataharinya tertutup awan. Berkas-berkas sinar mataharinya menembus awan,ray of light. Fantastis! Secepatnya gue lari balik ke pondok buat ambil kamera. Gue asyik aja sendiri mengabadikan senja yang indah itu. Air lautnya cuma semata kaki, gue bisa mengamati binatang-binatang laut dengan jarak dekat. Kerang..Siput..Ikan kecil-kecil..bintang laut kecil..sama binatang-binatang laut yang mirip kaki seribu. Sempat berpikir,ada ular laut engga ya?


walaupun tidak dapat sunset yang cerah..tapi gue tetap senang menatap senja :)

Ada lima pondok di pulau Babi. Tiga pondok untuk tamu. Satu pondok utama buat guide-guidenya. Satu pondok lagi berfungsi sebagai dapur, tempat makan, dan warung. Satu pondok berisikan 3 orang,karena kita imut-imut semua jadi muat 4 orang.hahaha *bilang aja ngirit*. Kamar mandinya ada didalam pondok yang langsung terbuka ke langit. Asyik banget bisa menginap di pulau kecil gini. Inilah pengalaman baru bagi gue. Gue siy engga masalah dengan sumber daya yang terbatas seperti listriknya harus mati jam 11 malam, Airnya yang tiba-tiba mati, sinyal handphone yang hilang-timbul,nyamuk-nyamuknya yang sadis nyebelin. Kapan lagi ngerasain beginian? Di jakarta juga bisa siy secara ada juga pemadaman listrik bergilir cuma feelnya kan beda banget. Gue engga ada puas-puasnya melihat pantai dan laut yang biru. Kalau gue perhatikan dengan seksama,ombaknya tidak berbuih lho. Dan pinggiran pantai banyak berserakan keong,siput dan kerang yang bisa dijadikan oleh-oleh yang unik.

Sehabis makan malam akan ada api unggun. Pas banget lagi bulan purnama, asli keren banget bulannya ada lingkaran keunguan gitu. Terang bulan,coba aja kamera gue lebih canggih bakalan bagus banget momentnya. Malam minggu yang indah,jauh dari hingar bingar kota. Sejenak melepaskan beban pikiran dan melupakan tugas-tugas kantor. Yang ada suara jangkrik, Bulan purnama paling cantik,dan sayup-sayup debur ombak. Api unggun siap disuluh. *persis banget deh kayak video klip James Blunt – stay the night*. Kita kelupaan menyalakannya karena kita udah keburu main Uno. Main Uno sampe tepar! wkwkwk. Peraturan baru jika ada nomor 6 yang keluar harus mingkem dan jika nomor 9 yang keluar harus nyengir. Sakit perut gara-gara ketawa mulu maen Uno.ada aja peraturan siluman yang muncul. Nyontek,ambil satu. Konspirasi suami-istri (erik-okta),ambil satu. Mikirnya kelamaan,ambil satu. Nyusahin orang,ambil satu. Apalagi keadaanya muncul angka 6 dan wajib mingkem tapi dia Uno,gimana bilangnya coba.wkwkwkwk..ngakak deh :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar