Pages

Selasa, 23 November 2010

Beautiful Belitong #Day 1

Rasanya menyenangkan sekali bisa cuti apalagi ada trip seru yang menanti di Belitung. Biasanya gue curi-curi waktu kalau tugas ke luar kota untuk mengunjungi tempat wisata. Kali ini pure holiday.Ketika itu kira-kira sebelum lebaran ada pembicaraan Eka dan Bea, teman kuliah,di twitter . Mereka akan mengunjungi Belitung dengan budget rendah. Gue tertarik dan menggabungkan diri. Gue pikir kapan lagi menjelajahi Indonesia selagi muda dan jomblo.hahaha. Sebulan sebelum bulan november,gue udah ketar-ketir, membayangkan Belitung tapi juga menghitung-hitung tabungan. Karena jarak tanggal gue belitong agak cukup lama dengan tanggal gue gajian. Bahaya kan kalau gue kalap di Belitung, balik-balik engga punya duit.wkwkwkwk

Singkat cerita terkumpullah dua belas orang. Tujuh orang diantaranya teman kuliah; Eka, Farah, Dino, Okta, Bea, Angel,dan Nurul. Dua orang, Risa dan Voni, teman kerjanya Bea. Putu, teman kuliahnya Risa. The one and the only cowok di rombongan kita, Erik, suami dari Okta (masih penganten baru niy). Sepuluh orang berangkat hari Jumat dengan menggunakan Sriwijaya Air. Nurul dan Vony menyusul di hari Sabtu. Penerbangan ke Tanjung Pandan saat ini hanya dilakukan oleh dua maskapai penerbangan, Sriwijaya Air dan Batavia Air.

Mendarat di Tanjung Pandan sekitar jam 7 pagi. Akhirnyaaa inilah Belitong, negeri laskar pelangi. Hal pertama yang dilakukan adalah foto keluarga di dekat tembok tulisan bandara udara H.AS.Hanandjoeddin. iya dong,lagi semangat-semangatnya.wkwkwk. Gue kira guide kita, Pak Kusdian adalah seorang bapak-bapak agak tua dan berkumis (dibayangan gue),ternyata dia masih muda. Hahaha. Kita dibagi dalam dua mobil yang disewa selama kita di Belitong. Mobil pertama; Eka, Farah, Dino, Okta , Erik dengan guide Pak Kusdian alias Bang Jack. Mobil kedua; gue, Bea, Angel, Risa, Putu dengan guide Bang Erling. Kita cari sarapan dulu Mie Belitong Atep. Tak terasa sudah mengelilingi pusat kota 3 kali,Oalah Mie Atepnya belum buka. Kita memilih hotel sesuai dengan budget. So, kita menginap di Hotel Martani, hotel tertua di Belitong. Sambil lihat-lihat kamar, Kita check in dulu ke hotel Martani.

Udah pernah baca atau nonton tetralogi laskar pelangi? Pastinya udah donk. Baik buku maupun film sama-sama booming. Bukunya Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata merupakan buku paling banyak dibaca di Indonesia versi Goodreads Indonesia. Salah satu pembahasan Andrea adalah mengenai penambangan timah. Belitong sempat menjadi primadona dalam produksi Timah. Ketika harga timah dipasaran dunia jatuh dan korupsi menggerogoti PN Timah. PN Timah hancur. Ayah Ikal ikut merasakan imbasnya. Walaupun masih beroperasi tapi tidak sepongah dulu. Kita lihat dari udara seperti ada banyak danau. Bekas-bekas galian ataupun galian yang masih aktif beroperasi menciptakan lubang-lubang besar. Sekarang ijin penambangan di Belitong lebih diperketat dan harus diurus langsung ke Jakarta. Tanah Belitong adalah tanah pertambangan bahkan pantainya pun mengandung timah. ‘Pantai akan hancur jika penambangan dibebaskan’, kata Bang Erling.

Tempat-tempat yang kita kunjungi di Belitong bisa saja ditanya dan dicari ke Mbah Google. Yang membedakannya adalah cerita dibalik perjalanan ini. Ibarat mau foto aja, objek boleh sama,angle bisa berbeda-beda khan :D.

Day 1

1.Kawah Kaolin

Kawah kaolin merupakan galian penambangan kaolin. Penambangan tersebut membuat cekungan besar dan luas. Mungkin karena hujan, cekungan tersebut menampung air sehingga berbentuk seperti kawah atau kolam. Air kawah berwarna biru kehijau-hijauan. Tanah yang kita injak pun merupakan kaolin. Mudah sekali amblas. Ada papan larangan untuk memancing ataupun mandi. Jangan coba-coba ya kedalamannya sekitar 8 meter. Kita pun hanya sebatas portal untuk melihat-lihat dan berfoto-foto. Awan-awan terpantul di permukaan kawah. Erik berani banget dia melewati portal dan berjalan ke arah pinggiran kolam. Wuih syerem,yang gue baca di internet,kawah kaolin ada juga lumpur hidupnya lho. Erik malah dadah-dadah dari tempat berdirinya *geleng-geleng kepala*. Kita udah heboh teriak-teriak biar Eriknya balik,soalnya bisa amblas juga kaolinnya.



dangerously beautiful


2.Tarsius


Berikutnya kita mengunjungi penangkaran Tarsius. Tarsius Bancanus Saltator yang disebut juga Plile’an oleh masyarakat Belitong, tarsius ini merupakan primata terkecil dan unik. Secara umum ciri-cirinya mempunyai mata besar, telinga lebar dan ekornya panjang hampir dua kali lipat tubuhnya. Itu lho yang kayak di film kartun penguin madagascar di global tv, yang suka loncat kesana kemari disingasana raja lemurnya. Lucu banget kan. Tarsius dapat memutar kepalanya hingga 180 derajat. Tarsius termasuk hewan yang dilindungi pemerintah dan dilarang untuk diperjualbelikan. Ada dua kandang penangkaran Tarsius. Penangkaran tarsius ini merupakan penelitian dari seorang profesor Universitas Sriwijaya yang kebetulan pas kita kunjungi lagi pulang ke Palembang.



Tarsius merupakan hewan yang setia dengan pasangannya. Tarsius jantan tidak mengenal poligami. Sekali kawin untuk selamanya. *apa siy gue..hahaha* Hewan ini engga kalah narsis ama gue. Tarsius juga senang difoto apalagi klo pake blitz dia malah suka.*uhuyy aku banget* Saking gemesnya ama Tarsius jangan sampai menyentuhnya,dia bisa setress. Dia tidak terbiasa dengan sentuhan manusia. Pertama-tama agak susah juga membidik si Tarsius. Warnanya coklat jadi tersamar dengan daun dan pohon. Ada halangan jeruji kandangnya juga,jadi sinar kamera mantul lagi ke gue. Udah gitu dia loncat kesana kemari cepat sekali. Kadang dia bersembunyi dibawah daun-daun. Kita ya harus pindah kesini..lari kesana..mengikuti perpindahan si Tarsius. Setelah bapak penjaganya datang,kita diperbolehkan masuk kandang Tarsius. Tidak banyak-banyak paling banyak dua orang didalam kandang. Siapa yang berani hayok masuk dan mendekat ke Tarsius.

3.Air Terjun Gurok Beraye

Air terjun Gurok Beraye tak jauh dari tempat penangkaran tarsius. Istilah yang lebih tepat untuk Gurok Beraye mungkin curug karena tidak terlalu tinggi. Jarak antara parkiran dan air terjunnya juga dekat. Karena masih hari kerja, kita beruntung pengunjung hanya kita saja. Berasa ekslusif,hehehe. Woww,,airnya hijau jernih. Pemandangannya seperti gambar-gambar yang di kalender. Jernih dan segar. Air kolamnya mengundang untuk berenang.


jadi pengen berenang kan..^^

Setelah dari Gurok Beraye, Hujan deras mengguyur Belitong. Kriuk..kriuk..bunyi perut semakin sering terdengar,laperrr.. Kita udah muter-muter daerah Sijuk mau cari tempat makan. Mana hujan juga deras. Gilaa, Warung-warung tutup. Engga ada yang buka T.T ‘Disini,hari Jumat libur’, kata bang Erling. Pantesan sepi banget. Bersyukur kita diselamatkan oleh warung nasi padang *sujud syukur* Untung saja,warung nasi padang ada dimana-mana.hahaha.jadi bayangan akan menahan lapar seharian tidak akan terlaksana. ^^

4.Bukit Paramount


Sehabis hujan deras,kita menuju Bukit Paramount (baca: paramun). Bukit Paramount memberikan pemandangan ke laut Cina Selatan, pulau-pulau kecil termasuk Pulau Babi tempat kita menginap. Siapa sangka untuk menuju bukit tersebut kita harus menerobos semak-semak dan hutan belantara. Awalnya masih oke-oke aja,tumbuhan-tumbuhan yang basah dan tanah yang becek. Konturnya masih mendatar. Namun makin lama makin nanjak. Dan ampunnnnnn....ini mah jungle trekking! Masa’ trekking pake sendal bukan sendal gunung lagi. Gue menyesal tidak bawa eiger gue karena tidak menyangka ada trekking. Dan salah kostumnya parah. Farah dan Putu pake dress (untungnya pake legging). Risa pake rok. Gue aja pake baju cantik.wkwkwkwk. Engga oke banget buat masuk hutan.

Bukit ini ada kuncen nya juga lho. Rombongan bertambah 3 orang. Satu orang didepan buat buka jalan. Satu orang di paling belakang. Satu orang diantara rombongan. Bang Erling memberikan pelajaran biologi singkat (yang langsung praktek)..ini pohon rotan..ini pohon Karamunting (huwaaa ada buah karamuntiang)..ada juga pohon langka pohon bulin. Katanya pohon bulin ini lebih kuat dibandingkan pohon jati dan termasuk pohon langka. Masyarakat setempat melindungi pohon-pohon tersebut dari penebangan liar. Yang dimanfaatkan hanya buahnya saja. Pohon bulin hanya terdapat di pulau Belitong dan pulau kalimantan. Di Kalimantan, pohon ini lebih dikenal dengan pohon bulian.

Hujan turun lagi. Kita berteduh di goa Jepang. Konon dulunya digunakan untuk markas tentara Jepang. Heran deh, ini tentara Jepang doyan banget siy bikin goa. Goa jepang kayaknya ada tersebar dimana-mana di Indonesia. Ciri khas di belitong ini adalah batu-batunya yang besar-besar. Bahkan di dalam hutan pun batunya besaaarrr. Biarpun masuk hutan, narsis tetap jalan. Jika ada spot yang keren berhenti dulu, poto-poto, baru jalan lagi. Kadang tak sadar barisan yang depan udah ada dimana, kita yang dibelakangnya masih asyik poto-poto. Ntar pas jalan barulah bingung,ini jalannya yang mana? hahaha.


Berteduh di depan goa Jepang
cheers ^^

Betis rasanya mau meledak deh. Kita naik..naik..naik terus..ngos-ngosan beginilah kalo jarang olahraga. Diajak naik bukit,napas udah satu-satu. Mana jalanannya licin,gue ngeri aja kepeleset trus guling-guling ampe bawah,idih amit-amit cabang bayi *getok-getok kepala*. Jalurnya dibeberapa titik lumayan berbahaya,kita manjat akar-akar pohon dan berpegangan di pegangan kayu yang goyang-goyang mulu sementara disamping kanan udah pinggir jurang. Oke, jangan lihat kebawah tapi lihat ke atas dan tetap berpikir positif, maju teruss..Kurang lebih 30 menit,kita trekking menuju bukit Paramount.

Sesampainya di tempat tujuan,,wowww,,batu lagi! Gila,bukitnya berbentuk batu. Walaupun engga takut ketinggian, gue tetap aja geli-geli ngeri takut jatoh. Apalagi imajinasi gue membayangkan yang enggak-enggak. Makanya gue engga terlalu berani melangkah jauh-jauh. Si Bea tiba-tiba berdiri terpaku, sama juga engga berani melangkah jauh-jauh. Padahal dia tidak takut ketinggian sampai dia nangis. *Cup cup be* Yang kuncennya malah jalan ke ujung,wuih syerem banget tapi dia masih napak dibukit. Bisa jadi bukit ini berbentuk setengah bola. Cuacanya agak mendung. Jadi sayang sekali laut dan pulaunya tidak terlalu kelihatan. Pohon-pohon sekitarpun terselubungi kabut.


kakiku di Bukit Paramount

Pas lagi asyik menikmati pemandangan dan poto-poto (selalu yang ini mah). Tiba-tiba sebuah pekikan mengguncang bukit Paramount. Itu pekikan Farah. Ada lintah dikakinya! Spontan Angel yang duduk disebelahnya membuah lintah tersebut. Lintah yang dilepas paksa itu akan membuat dibekas gigitannya mengeluarkan darah terus menerus. Masing-masing memeriksa kaki, tangan, baju, celana jangan-jangan ada lintah yang tak diundang nemplok seenaknya.

Kata Bang Jack, jalur turun berbeda dengan jalur naik, lebih cepat sampai dan tidak separah jalur naik. Hujan mulai turun di bukit Paramount. Semua barang elektronik diamankan dalam plastik. Beuhh,,medannya berat bo! Lebih susah dibandingkan pas naik. Licin banget. Sehingga jatuh korban pun tidak terhindari. Angel dan Dino terpeleset. Angel malah tiga kali kepeleset. Gedebuk! Suaranya kenceng banget. Pohonnya ikut tumbang lagi (wajar aja udah rapuh,,hehehe). Bang jack aja juga kepeleset untung ada Angel yang menyelamatkannya *suit suit*. Kita engga peduli lagi kotor-kotoran. Kayak anak-anak kecil maen lumpur aja. Kaki..tangan..baju..celana apalagi, kotor semua. Turunannya tambah licin aja sampai kita berpijak di kaki kuncennya (curang,,dia pake sepatu boot). Gue sangka mendaki aja udah parah ternyata turun dua kali lipat lebih sulit karena faktor hujan tadi.


‘Pak..mana parkiran mobilnya?’,kita udah bawel kok engga nyampe-nyampe. ‘Sebentar..dikit lagi’,kata kuncennya. ‘tetaplah berpikir positif’, Bang Jack menyemangati kami-kami ini. Aaaa..kapan nyampenya? Sampai di parkiran, kuncen mengobati kakinya farah dengan daun samak *bener ga niy namanya* kayak serat merah-merah gitu. Kirain Farah aja yang digigit lintah. Banyak yang kena! Risa..Okta..Putu..Angel juga, yang teriakan menggema :p. Kaki yang kotor oleh lumpur setelah diperiksa lagi ternyata ada lintahnya.huwaaa,,tersamarkan dengan bentuknya yang kecil dan tak terasa apa-apa jadi yang dikira lumpur tahu-tahunya lintah. Makin banyak lah pasien kuncennya,hahaha..


sehabis jungle trekking

5.Pantai Tanjung Tinggi

Basah dan penuh lumpur,kita pergi ke pantai Tanjung Tinggi. Nama kawasan pantai Tanjung Tinggi semakin melejit setelah booming Laskar Pelangi. Selain salah satu lokasi syutingnya Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi,pantainya memang indah. Dengan batu-batu besar yang tersusun artistik, pasir putih dan laut biru,keren banget. Sayang sungguh sayang,batu-batu tersebut tak luput dari tangan-tangan vandalist! :( Ada aja yang iseng corat-coret pake pilox. Bisanya merusak alam aja,harusnya ditangkap tuh yang bandel trus dihukum coba bersihin batu-batunya. Sayang banget kan keindahan Pantai Tanjung Tinggi dinodai tangan-tangan iseng.

Pertama-tama marilah kita membersihkan baju setelah kotor-kotoran di hutan.hahaha..baru deh abis itu ambil pose. Sebenarnya gue pengen banget dapat sunsetnya tapi langitnya mendung dan sesekali hujan rintik-rintik. Yahhhh..ga dapat lihat sunset. >.< Gue ama Bea berjalan menyusuri pantai ke arah barat. Sementara yang lain menyelusup ke batu-batu gede. Pantainya bagus bangettt..bersih palingan ada rumput laut didasarnya. Dan ketika itu pengunjung juga tidak terlalu banyak. Jadi enak banget menikmati pantainya.


wuih gaya superwoman

Setelah puas bermain-main air, kita kembali ke hotel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar